IAD-IBD-ISD ILMU PENGETAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA
Dosen Pengampu :
Baiti Rahmawati, M.Sos
Penyusun :
Annisa Amalia Fitri (B04219006)
Arief Farhansyah (B04219007)
Barizatul Mumti’ah (B04219008)
D1 Manajemen Dakwah
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2020
Kata Pengantar
Puji
syukur atas kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat serta
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Sholawat
serta salam tetap tercurahkan kepada nabi besar Muhammad Saw. Yang telah
menunjukkan kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni
Addinul Islam.
Kami
ucapkan terima kasih kepada Ibu Baiti Rahmawati, M, Sos. yang telah memberikan
materi dengan judul “Ilmu Pengetahuan
Modern, Alam Semesta, dan Tata Surya” karena dengan disusunnya
makalah ini kami dapat lebih mendalami tentang materi yang diberikan tersebut.
Kami
selaku penyusun makalah ini menyadari akan kesalahan, baik dalam penulisan maupun dalam tatanan
bahasa, dengan senang hati kami menerima saran dan kritik pembaca untuk
menyempurnakan makalah ini. Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua,
khususnya bagi para pembacanya.
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar....................................................................................................................
Daftar Isi..............................................................................................................................
ILMU
PENGATAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN
TATA SURYA..........................................
A.
Perkembangan
dan pengembangan IPA..................................................................
1.
Biologi
ditinjau dari ilmu pengetahuan barat dan islam...................................
2.
Fisika
ditinjau dari ilmu pengetahuan barat dan islam......................................
3.
Kimia
ditinjau dari ilmu pengetahuan barat dan islam.....................................
B.
Proses
terbentuknya alam semesta dan penghuninya..............................................
Kesimpulan .........................................................................................................................
Daftar Pustaka.....................................................................................................................
ILMU
PENGATAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN
TATA SURYA
Pengertian Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dari disiplin ilmu
sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di
lingkungan sekitar. Ilmu Sosial Dasar memberikan dasar-dasar pengetahuan
tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial. Namun, dalam kajian yang lebih
dalam, Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah
sosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga
Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian.
Ilmu
Sosial Dasar (ISD) tentunya berbeda dengan dengan ilmu pengetahuan sosial. Ilmu
pengetahuan sosial lebih cenderung mempelajari tentang unsur-unsur atau
nilai-nilai dari berinteraksi sosial. Ilmu pengetahuan sosial dibagi menjadi
beberapa ilmu dan semua itu bersifat universal.
Menurut
Soerjono Soekonto, Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah kumpulan pengetahuan yang
tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika)
sehingga sepengetahuan mana akan selalu dapat diperiksa dan diuji secara kritis
oleh orang lain. Tegasnya ISD adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran
mahasisiwa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga
kepekaan pada lingkungan sosialnya dapat menjadi lebih baik.
Sebagai suatu mata kuliah dasar umum,
ilmu sosial dasar bertujuan untuk
membantu
perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa, agar memperoleh wawasan pemikiran yang
lebih luas, dan ciri - ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota
golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah
laku manusia dalam menghadapi manusia - manusia yang lain, serta sikap dan
tingkah laku manusia- manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.
Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial selalu dihadapkan terhadap masalah
sosial yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan
menjadi 3 kelompok besar, yaitu sebagai berikut
1.
Ilmu ilmu Alamiah (natural
science)
Bertujuan untuk
mengetahui keteraturan yang terdapat di alam semesta. Untuk mengkaji hal ini
digunakan metode ilmiah, Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku
mengenai keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas,
hasil analisis itu kemudian digeneraliskan.
2.
Ilmu ilmu Sosial (social
science)
Bertujuan untuk
mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu alamiah.
Namun, dalam perkembangannnya tidak semuanya benar hanya mendekati kebenaran.
Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini dapat berubah dari
waktu ke waktu.
3.
Pengetahuan Budaya ( the
humanities)
Bertujuan
untuk memahami dan mencari arti kenytaaan kenyataan yang bersifat mengkaji hal
ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan
yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Dalam
perkembangan selanjutnya, ilmu sosial dasar (ISD) banyak berkonsentrasi pada
urusan masalah sosial. Menurut Soerjono Soekonto masalah sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan
kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada
dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial, seperti kegoyahan dalam kehidupan
kelompok ataupun masyarakat.
Banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan
tinggi oleh sejumlah cendekiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan
kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan yang sedang berlangsung ini
berbau colonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah
Belanda, yaitu kelanjutan dari “Politik balas budi” (etische politiek) yang
dianjurkan oleh Conrad Theodore van Deventer. Sistem ini bertujuan menghasilkan
tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “Tukang-tukang” yang mengisi birokrasi
mereka di bidang Administrasi, Perdagangan, Teknik dan Keahlian lain dengan
tujuan eksploatasi kekayaan Negara.
Dengan adanya alasan dan pemikiran seperti
itu, maka pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang
mempunyai seperangkat pengetahuan pokok yang terdiri beberapa jenis, antara
lainnya adalah :
a. Kemampuan
Akademis adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun
tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis,
sistematis, dan analisis, maupun konsepsional untuk mengidentifikasi dan
merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternatif pemecahan
masalah.
b. Kemampuan
Profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang
bersangkutan, Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan
dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
c. Kemampuan
Personal adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli
diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku,
dan tindakan yang mencerminkan kepribadian indonesia, memahami dan mengenal
nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan
yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat
indonesia.
Dengan
kemampuan yang dimilikinya, lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana
yang cakap, ahli dalam bidang yang ditekuninya, serta mampu mengabdikan
keahliannya untuk kepentingan masyarakat indonesia . Ilmu Sosial Dasar (ISD)
mempunyai tema pokok yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan
lingkungannya. Ilmu Sosial Dasar (ISD) sebagaimana dengan IBD dan IAD, bukanlah
pengantar disiplin ilmu tersendiri, tetapi menggunakan pengertian-pengertian
(fakta, teori, konsep) yang berasal dari berbagai bidang keahlian untuk
menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya masalah yang dihadapi masyarakat
indonesia. Adapun yang menjadi sasaran perhatian adalah sebagai berikut.
a. Berbagi
kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial yang dapat diAdtanggapi
dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antarbidang)
b. Adanya
keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat, yang
masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan
tingkah laku sendiri, tetapi juga banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta
pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan
maupun hubungan serta kawan dan kerja sama dalam masyarakat kita.
Kehidupan
manusia sebagai makhluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah sosial yang
tidak dapat dipisahkan adalah kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai
akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainya dan akibat dari
hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Hal yang
membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial
selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata
sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud.
Ilmu
Sosial Dasar (ISD) bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri
sendiri, tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling
dasar yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan
masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Istilah ilmu pengetahuan telah
digunakan karena mencakup suatu pengertian berpikir dan penalaran yang
mempunyai suatu kerangka pendekatan mengenai masalah-masalah yang menjadi
sasaran perhatiannya.
Masalah sosial ini timbul sebagai
akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah
lakunya, adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaannya, sifat
kependudukannya dan keadaan lingkungan alamya. Ilmu sosial yang sasaran
studinya masalah objektif dan dilihat dengan kacamata subjektif, perlu disertai
tanggung jawab ilmiah. Untuk menjamin landasan tersebut diperlukan suatu
paradigma ilmu sosial dasar. Paradigma, menurut Thomas Kuhn dalam karyanya, The Structure of Scientific Revolution (1962), menawarkan suatu cara
yang bermanfaat dalam mempelajari suatu disiplin ilmu sosial, bertujuan untuk menentang asumsi yang berlaku umum
dikalangan ilmuwan,
mengenai perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab umumnya ilmuwan berpendirian,
bahwa kemajuan ilmu pengetahuan itu terjadi secara kumulatif. Ini dibuktikan
oleh buku teks yang memberikan kesan yang sama, bahwa ilmu berkembang
kumulatif. Menurut Kuhn, Mitos ini perlu dihilangkan, sebab ilmu pengetahuan
itu terjadi secara revolusi.[2]
Menyadari
betapa luasnya khazanah teori ilmu sosial, akan tetapi dituntut sebagai
perspektif dalam pengkajian ilmu sosial dasar. Maka untuk kepentigan tersebut
diambil dari beberapa teori ilmu sosial yang dirasakan penting untuk mengkaji
realitas sosial. Hal ini tentu tidak disajikan secara lengkap dan utuh, yang
tentu bukan tujuan dari ilmu sosia dasar itu sendiri. Akan tetapi teori yang
disajikan dalam porsi isi sederhana dan ringkas sifatnya. Untuk mencapai tujuan
materi, mencoba menghubungkan paradigma ilmu sosial dengan berbagai tingkat analisis
realita sosial melalui usaha ini, diharapkan para mahasiswa tidak tersesat di
“Rimba Raya” Teori ilmu sosial maupun realita sosialnya. Minimal tau berangkat
dari teori apa (deduksi) atau sebaliknya dari hal-hal yang spesifik menunjuk ke
hal-hal yang bersifat umum (induksi).[3] Masyarakat sebagai realita
sosial, apabila dihubungkan
dengan paradigma ilmu sosial wawasannya sangat luas. Paradigma realita sosial,
artinya melihat gambaran yang mendasar mengenai realita sosial (masyarakat)
menurut kacamata ilmu sosial.
Tingkat
struktur sosial bersifat abstrak, perhatiannya atau analisanya ditujukan pada
pola tindakan, jaringan-jaringan interaksi yang teratur dan seragam dala waktu
dan ruang, posisi sosial dan peranan-peranan sosial. Tingkat struktur ini dapat
pula menyangkut institusi – institusi sosial dan masyrakat secara keseluruhan. Teori
yang membhaas tingkat struktur ini di pelopori seperti durkhein, marx dan tokoh
modern melanjutkan peikirannya. Pelanjut tokoh klasik ini diantranya adalah
Parson, Merton, Cosser, Coloins, Michelle dan lain-lain.
Tingkat
analisis struktur ini, secara garis besarnya memandang struktur sosial
masyrakat sebagai berikut
a. Masyarakat
sebagai mana halnya organisme hidup
b. Masyarakat
sebagai sistem sosial
c. Masyarakat
sebagai tertib sosial (social order)
d. Masyarakat
sebagai sub-stratum yang melahirkan
konflik
Istilah
kebudayaan sosial dasar dalam arti yang luas adalah terdiri dari produk-produk
tindakan dan interaksi manusia, termasuk karya cipta manusia berupa materi dan
non materi. Kebudayaan nonmateri adalah keseluruhan kompleks yang meliputi
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan dan kemampuan –
kemampuan dan tata cara lainnya yang diperoleh manusia sebagai seorang anggota
masyarakat (Tylor,1942).
Pengkajian
tingkat budaya ini, dapat dipelajari dengan melepaskan diri dari struktur
sosial atau hubungan antarpribadi yang tercakup dalam ciptaan atau
penyebarannya. Hal ini dinyatakan oleh Sorokin (1957) bahwa kesatuan organis
dari gejala budaya dan tingkat sosio- budaya harus dianalisa terpisah dari
tingkat individu. Pokok pikiran Sorokin tentang analisa tingkat budaya
meliputi :
1. Teori
kemajuan. Tahapan sejarah cenderung berulang dalam kaitannya dengan mentalitas
budaya dominan, tanpa membayangkan tahap akhir yang final. Artinya perubahan
model siklus.
2. Integrasi
sosial dan budaya. Arti, nilai, norma dari symbol merupakan kunci untuk
memahami kenyataan sosio-budaya.
3. Tipe-
tipe mentalitas budaya. Mentalitas budaya merupakan kunci untuk memahami suatu
supersistem budaya yang terintegrasi.[i]
Adapun
tujuan ilmu sosial dasar adalah membantu perkembangan wawasan penalaran dan
kepribadian maahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri
kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan
sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi
manusia-manusia lain, terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal
balik. Secara rinci ilmu sosial dasar bertujuan membina mahasiswa
agar:
a. Memahami
dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah yang ada
dalam masyarakat.
b. Peka
terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha
menanggulanginya .
c. Menyadari
bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat
kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya) secara kritis-inter
disipliner.
d.
Memahami jalan pikiran para ahli dari
bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka
penanggulan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat
Materi ilmu sosial dasar
terdiri atas-atas masalah sosial. Untuk dapat menelah masalah-masalah sosial,
hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan
sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan
pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
1. Kenyataan-kenyataan
sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah
sosial tertentu.
2. Konsep-konsep
sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi
pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari
masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
3. Masalah-masalah
sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
Sasaran
yang dituju dalam pembelajaran Ilmu Sosial Dasar adalah untuk mencapai
aspek-aspek paling dasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial,
seperti berbagai macam kegiatan sosial dalam masyarakat juga masalah yang
timbul dalam masyarakat serta berbagai hal mengenai kenyataan sosial dan
masyarakat, dan yang menjadi sasaran perhatian adalah berbagai kenyataan yang
bersama-sama merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan
sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan.
Demikian
secara singkat dasar dan tujuan serta ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar, berikut
tentang ilmu alamiah dasar.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak pada setiap segi kehidupan.
Adanya perkembangan IPTEK dan dalam rangka menyongsong pasar bebas setiap orang
harus mempunyai wawasan tentang ilmu alamiah sehingga setiap orang harus
mepunyai wawasan tentang ilmu termasuk Ilmu alamiah sehingga setiap orang
terutama bagi mahasiswa ilmu sosial dan umum mempunyai suatu awasan yang
komprehensif tentang ilmu.
Cakupan
materi ilmu alamiah dasar adalah sebagai berikut:
1. Ruang
lingkup Ilmu Alamiah Dasar, Perkembangan pola piker manusia mitos dan
pengetahuan
2. Ilmu
pengetahuan dan Metode ilmiah
3. Asal
Usul alam semesta dan tata surya
4. Pembentukan
biosfer da nasal mula kehidupan, evolusi makhluk hidup, keanekaragaman makhluk
hidup
5. Ilmu
lingkungan dan peranan manusia dalam menjaga harmonisasi lingkungan
6. Perkembangan
ilmu fisika, ilmu kimia, perkembangan ilmu biologi
7. Peranan
IPTEK pada ketahanan pangan, kesehatan transportasi dan komunikasi, kenajuan
industri, kesehatan manusia, lingkungan
8. Sumber
daya alam dan pembangunan berkelanjutan dan potensi energi alternatif
Lahirnya ilmu alamiah sebagaimana
telah diterangkan bahwa manusia sebagai makhluk hidup, melalui pancainderanya
memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan, termasuk gejala di alam semesta
ini. Tanggapan terhadap gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa alam merupakan
suatu pengalaman. Ilmu alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif
dan dinamis artinya kegiatan manusia yang tiada hentinya dari hasil percobaan
akan menghasilkan konsep, selanjutnya dari konsep itu mendorong melakukan
percobaan berikutnya dan seterusnya.
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa
ilmu alamiah mempelajari segala sesuatu di alam semesta ini, sehingga alam
semesta menjadi obyek. Tujuan ilmu alamiah menurut beberapa ahli adalah mencari
kebenaran tentang obyeknya, dan kebenaran itu bersifat dalam, serta mempunyai
persesuaian. Alam semesta sebagai obyek penyelidikan memppunyai aspek yang
sangat luas, misalnya aspek fisik aspek
kimiawi, aspek biologis, aspek ekonomis dan sebagainya. Oleh karena itu tidak
mungkin ilmu alamiah dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai obyeknya. Kebenaran
yang dapat dicapai oleh ilmu alamiah hanya satu atau beberapa aspek saja,
sehingga aspek lain belum diketahui. Meskipun demikian yang penting adalah
sesuai dengan tujuan ilmu alamiah yakni mencapai kebenaranyang sesuai dengan
obyekny. Secara umum dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan itu harus obyektif.
Segala kebenaran yang terkandung
dalam ilmu alamiah terletak pada metode ilmiah. Kelebihan dan kekurangan ilmu alamiah ditentukan oleh metode ilmiah,
maka pemecahan segala masalah yang tidak dapat diterapkan metode ilmiah, tidak
ilmiah. Sebagai lamgkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat dirinci sebagai
berikut:
A. Penginderaan
B. Masalah
atau Problema
C. Hipotesis
D. Eksperimen
E. Teori
1.Bidang Ilmu Alamiah
Yang menentukan bidang ilmu alamiah
adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana dimana metode
ilmiah dapat diterpkan, sebalinya bidang non ilmu alamiah adalah wahana dimana
metode ilmiah tidak dapat diterapkan. Hal tersebut dapat dipakai untuk
menjelaskan maslah yang sering dilontarkan yaitu konsep tentang tuhan. Apakah
tuhan itu ada? Apakah tuhan itu diciptakan di alam ini? Dimanakah tuhan itu
berada? Dari pertanyaan-pertanyaan itu dapat disususn hipotesis “Ya” dan
“Tidak”.
2.Tujuan Ilmu Alamiah
Sebagai konsekunsi metode ilmiah
adalah menerapkan tujuan ilmu alamiah, yaitu membentuk dan menggunakan teori.
Beberapa orang mengatakan bahwa tujuan ilmu alamiah adalah mencari kebenaran
menemukan fakta. Dalam hal ini hendaknya kita berhati-hati dengan perkataan
“kebenaran” yang sering digunakan dalam dua arti. Pertama menunjukkan kebenaran
yang bersifat sementara seperti pertanyaan “rambut saya adalah hitam” , kedua
menunjukkan kebenaran yang mutlak, seperti pertanyaan “dalam bidang geometri jumlah
sudut-sudut segitiga adalah 180”.
3.Ilmu
Alamiah dan Nilai
Metode ilmiah tidak dapat memberikan
nilai atau moral sesuatu keputusan. Manusia pemakai ilmu alamiah yang menilai
apakah hasil ilmu alamiah itu baik atau sebaliknya. Ilmuwan yang bekerja dalam
penemuan energi nuklir, zat antibiotika dan lain-lain tidak dapat menyatakan
penemuannya apakah baik atau jelek. Tiap orang harus menentukan sendiri, jika
seorang ilmuwan berbicara tentang moral energi nuklir memilik bobot yang lebih
daripada prang umum, karena dia lebih tahu banyak akibat kerusakan yang
ditimbulakan oleh energy nuklir bila dipakai perang. Tetapu pendapat itu adalah
pendapat pribadi yang dimiliki bersumber dari agama atau lainnya. Ilmu alamiah
tidak dapat menilai hal lain, misalnya tentang cinta,keindahan, kejahatan,
kebahagiaan,kebaikan, kebebasan, harta benda, yang merupakan nilai kemanusiaan
yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu alamiah. Penelitian tentang cinta dan
pengaruh cinta terhadap manusia mungkin dapat dilakukan, tetapi tidak akan
menemukan bahwa cinta itu indah, dan tidak dapat menilai tentang baik buruknya
apa yang dilakukan manusia, bila dapat menilai itu bukan merupakan penelitian
ilmiah.
Demikian secara singkat dasar dan tujuan serta
ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar, berikut tentang Ilmu Budaya Dasar.
“Ilmu
Budaya Dasar “ adalah suatu pengetahuan yang menelah berbagai masalah
kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal
dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang
tergolong dalam pengetahuan budaya.
Adapun
tujuannya adalah:
1. Mengusahakan
kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
2. Memberi
kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang
masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis terhadap
persoalan-persoalan.
3. Sebagai
calon pemimpin bangsa dan Negara, serta ahli dalam bidang disiplin
masing-masing dikehendaki agar mereka jangan jatuh ke dalam sifat-sifat
kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat.
Bertitik
tolak dari kerangaka tujuan yang telah dikemukakan tersebut diatas, ada dua
masalah yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang
lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah tersebut ialah:
a. Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya meruoakan ungkapan masalah kemanusiaan dan
budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The
Humanities) baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin) di dalam
pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antara bidang) berbagai dalam
pengetahuan budaya.
b. Hakikat
manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya
dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Sejak
manusia hidup dalam kondisi sederhana, seni menempati posisi yang penting dalam
kehidupan sehari-hari. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa didalam seni
itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menojol dalam
pengertiannya atas eksitensinya sendiri.
Demikian
secara singkat dasar dan tujuan serta ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar.
ILMU
PENGETAHUAN MODERN
Apa Ilmu Pengetahuan modern itu?
Meskipun kata “modern” bisa diartikan dengan banyak makna, untuk memudahkan
pembahasan, sebagai definisi untuk tingkat mutakhir perkembangan peradaban umat
manusia secara keseluruhan yang karena berbagai hal, kebetulan, dimulai
oleh-oleh bangsa dari kawasan eropa barat laut. Ciri peradaban mutakhir itu
ialah teknologi. Teknologi ini, pada gilirannya, ditopang oleh suatu sistem
kognitif yang dilandasi oleh
empirisme, dan inilah yang kita maksudkan dengan ilmu pengetahian modern.
Selain empirisme yang mat menonjol, ilmu pengetahuan modern juga berbeda dengan
ilmu pengetahuan klasik karena sikapnya yang selalu memandang ke depan,
sehingga ilmu pengetahuan menjadi tidak berhenti pada suatu tapal batas
(frontier). Karena itu, ekspolrasi dan riset (research) merupakan bagian mutlak
ilmu pengetahuan modern.
Adanya pengamatan manusia terhadap
alam sekitarnya dengan menggunakan inderanya dan pengalaman terdahulu serta
adanya sebuah kepercayaan maka akan menghasilkan suatu pengetahuan baru bagi
manusia. Pengetahuan yang di dapatkan dengan jalan di luar penalaran belum
dapat dikatakan sebagai ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri
tertentu. Ciri-ciri inilah yang membedakan ilmu dan pengetahuan.
Pengetahuan baik yang berdasarkan
pengalaman dan pengamatan serta yang didasarkan pada kepercayaan yang muncul
akibat adanya rasa ingin tahu manusia terhadap lingkungan sekitarnya baik yang terkait
dengan benda maupun gejala atau fenomena yang menyertainya lama kelmaan akan
menjadi akumulasi pengetahuan sehingga membentuk suatu pengetahuan yang baru
bagitu seterusnya. Semakin lama seiring dengan peningkatan pemikiran dan
pengamatan menjadi lebih akurat. Maka pengetahuan harus bersifat universal
artinya ditempat yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda selain itu juga akan
mempunyai sebuah keteraturan. Pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. Tidak semua
pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan secara empiris dan perlu diuji
kebenarannya. Pengetahuan yang teruji secara empiris akan menjadi ilmu
pengetahuan.
Ontologi Ilmu
Salah satu ciri keilmuan adalah
landasan ontologisnya yaitu landasan yang didasarkan pada jawaban yang
diberikan oleh ilmu terhadap pertanyaan-pertanyaan:
“Apakah yang ingin diketahui ilmu?” atau
“Apakah yang menjadi bidang telaah ilmu?” atau “Apakah objek yang ditelaah yang
membuahkan pengetahuan tersebut?”, “Bagaimana wujud hakiki objek tersebut?”.
Objek penelaah ilmu pengetahuan adalah seluruh segi kehidupan yang dapat diuji
oleh panca indera manusia.
Epistemologi Ilmu
Dalam mengkaji hakikat ilmu, salah
stu landasannya landasan espitemologinya. Epistemologi membahas secara detail
proses-proses yang terlihat dalam usaha manusia untuk memperbanyak pengetahuan.
Pada landasan ini yang dimasalahkan adalah pertanyan yang bersangkutan dengan :
1.
Proses dan prosedur yang memungkinkan diperoleh pengetahuan yag berupa ilmu.
2.
Cara, teknik atau sarana yang membantu memperoleh tersebut.
3.
Hal-hal yang harus diperhatikan agar diperoleh ilmu tersebut.
4.
Hal-hal yang harus diperhatikan agar diperoleh pengertian yang benar.
Aksiologi Ilmu
Berawal dari rasa ingin tahu yang
kemudian muncul suatu pengetahuan baru bagi manusia yang akhirnya akan
berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang teruji kebenerannya, meskipun apa yang
ada di dunia ini termasuk juga ilmu kebenarannya adalah relatif. Suatu ilmu
yang diakui kebenerannya pada suatu masa maka bisa jadi dianggap keliru bila
ada fakta lain yang lebih meyakinkan. Selama ini kita menganggap bahwa pluto
adalah planet terakhir atau terjauh dalam sistem tata surya kita, akan tetapi
adanya suatu fakta yang diperoleh dari suatu pengamatan yang lebih canggih dan
mendalam akhirnya dinyatakan bahwa pluto bukan merupakan planet dan hanya benda
yang ada di luar angkasa saja.
Perkembangan imu pengetahuan baik
yang merupakan ilmu murni dan terapan dalam wujud teknologi seolah tiada
habisnya karena rasa keingintahuan manusia dan seiring dengan peningkatan kebutuhan
hidup. Manusia merasa puas dengan adanya sebuah riset ilmiah yang nantinya akan
menemukan suatu metode atau cara baru yang nantinyadiharapkan dapat menemukan
suatu ilmu pengetahuan yang baru. Ilmu telah banyak sekali berperan dalam
memecahkan persoalan yang terjadi didalam masyarakat seperti dalam masyarakat
seperti dalam pemberantasan penyakit, kelaparan, kemiskinan, dan dalam
meningkatkan kesejahteraan.
sumber
ilmu pengetahuan adalah pengalaman. Kesalahan utama kaum empiris adalah tidak
dapat membedakan antara pernyataan mengenai asalusul (context of discovery)
teori dalam ilmu pengetahuan dan pernyataan mengenai validitasnya (context of
justifcation.) Ilmu pengetahuan sesungguhnya tidak bekerja semata denganlogika
induksi. Logika ini selalu berupaya mem-benarkan suatu teori dengan
mengumpulkan fakta-fakta yang mendukung. Popper menunjukkan kelemahan logika
tersebut. Logika induksi akan menuntut ilmuwan berfokus pada fakta-fakta yang
mendukung dan mengabaikan fakta anomali (fakta yang dapat membuktikan
sebaliknya.) Satu teori yang menetapkan keberlakuan universal pada dasarnya
selalu dapat digugurkan oleh satu fakta anomali. Oleh karena itu, daripada
bersusah payah mengumpulkan fakta-fakta yang membenarkan, ilmuwan lebih baik
menggunakan waktu untuk mencari fakta anomali.
Pada
zaman modern ini, ilmu pengetahuan masih bergelut seputar
generalisasi-generalisasi abstrak yang benar selama mereka selaras dengan
fakta-fakta. Namun menurut Popper kita tidak pernah bisa memastikan secara
logis bahwa kita telah mencapai kebenaran meski kita dapat semakin mendekati
kepastian semacam itu lewat pengguguran teori-teori yang terbukti salah. Popper
menggunakan istilah ‘verisimilitude’ (mendekati kebenaran) untuk menggantikan
korespondensi (kebenaran akurat.) Popper berangapan bahwa suatu teori hanya
akan diterima bila sudah dapat meruntuhkan teori yang lama (sebelumnya).
Pengujian atas kekuatan teori dilakukan melalui tes suatu teori terbukti salah,
maka teori tersebut dianggap batal, sedangkan teori yang bertahan dan lolos
dari pengujian, diterima (corroboration) Dcngan demikian, ilmu pengetahuan
berkembang dan maju bukan melalui proses akumulasi tetapi lewat proses
eliminasi yang ketat terhadap kemungkinan kesalahan dan kekeliruan. Menurut
Popper, perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarahnya tidak selalu melalui
logika penemuan yang didasarkan pada metodologi yang ketat. Ide baru bisa saja
berupa kilatan intuisi atau refeksi religius.
TATASURYA
Tata surya merupakan sistem rotasi yang
berpusat pada matahari. Tata surya sendiri terdiri dari matahari, sembilan
planet dan berbagai benda langit seperti satelit, komet, asteroit.
Planet-planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang
berbentuk elip. Beberapa planet memiliki satelit. Satelit ini berputar
mengelilingi planet dan bersaing dengan planetmengelilingimatahari. Hingga kini
dikenal sembilan planet sebagai anggotatata surya, yaitu: merkurius, venus,
bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto. Sampai abad ke-17
baru dikenal enam planet yaitu: merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, dan
saturnus. Uranus ditemukan pada tahun 1781, neptunus pada tahun 1846, dan pluto
padatahun1930.
A.Teori Pembentukan Tata Surya
Diduga kelahiran planet dari wujud yang
sama dengan matahari atau planet lahir dari matahari. Fakta menunjukkan bahwa
planet-planet terletak pada bidang yang mendekati datar. Ada beberapa teori
pembentukan tata surya, diantaranya yang terkenal adalah hipotesis kabut atau
teori kondensasi (pengentalan) yang dikemukakan oleh filosof jerman, immanuel
kant pada tahun 1756, kemudian dikembangkan oleh ahli matematika perancis,
pierre laplace pada tahun 1796. Menurut teori kondensasi, matahari dan
planet-planet berasal dari kabut pijar yang berpilin didalam jagat raya. Karena
perputaran, maka sebagian massa kabut terlepas dan membentuk gelang-gelang
disekeliling bagian utama gumpalan kabut tersebut. Karena pemadatan dan putaran
yang terus menerus maka terjadi bentuk dasar matahari yang dikelilingi material yang akan menjad iplanet.
Menurut von weiszacker, nebula terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran)
yang merupakan sifat gerakan gas. Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola
sel-sel bergolak (terbulen). Pada batas antar sel terbulen, terjadi tumbukan
antar partikel yang kemudian membesar, dan menjadi planet. Teori yang
dikemukakan oleh von weiszacker disebut teori vorteks. Menurut kuiper,
pembentukan planet melalui terbulensi (golakan) nebula yang membantu tumbukan
planetesimal, sehingga planetesimal membesar dan tumbuh sebagai protoplariet
kemudian menjadi planet. Teori yang dikemukakan oleh kuiper disebut teori
protoplanet.
B. Model Tata Surya Copernicus
Benda-benda astronomis memainkan peranan
dalam cabang ilmu geofisika. Matahari adalah sumber energi dan cahaya di planet
bumi. Atraksi gravitasional satelit bumi (bulan) menyebabkan pasang surut ocean
(laut). Lebih dari 2000 tahun yang lalu "fakta nyata" bahwa binatang,
planet, dan matahari, juga bulan semuanya bergerak mengelilingi bumi, telah
diterima sebagai dasar model geosentris (pusat-bumi) tata surya. Gerak semis
(apparent motion) planet, bulan, dan matahari relatif terhadap bintang dan
terhadap satu sama lain dijelaskan secara hampir lengkap dalam teori geosentris
hipparcus pada tahun kira-kira 140 sebelum masehi (circa 140 before christ atau
ca. 140 B.C), hipparcus adalah ahli astronomi terbesar dalam yunani kuno (ancientgreece).
C. Hukum Kepler, Hukum Bode, dan
Hukum Newton
Model
copernicus tentang orbit planet kemudian disempurnakan oleh johannes kepler
(1571-1630), asissten dan penerus (successor) ahli astronomi tycho brahe.
Kepler menentukan sifat orbit planet berdasarkan analis data teleskol astronomi
brahe (tycho brahe, 1546-1601) dan ia mengemukakantigahukumsebagaiberikut:
1. Hukum Elip (1609)
Planet-planet
bergerak dalam orbit elip terhadap matahari yang letaknya pada salah satu
fokusnya pada sumbu panjang. Hukum ini menyatakan bahwa orbit planet adalah
elip bukan lingkaran.
2. Hukum luas sama
Yang dilintasi oleh garis penghubung antara
planet dan matahari dalam interval waktu (dt) yang sama adalah sama. Hukum ini
menyatakan kecepatan orbital tidak uniform. Akibatnya planet bergerak lebih
cepat dalam orbitnya jika dekat dengan matahari
(perihelion) dibandingkan dengan jika planet berada di aphelion yaitu jarak terjauh
dengan matahari. Kecepatan planet berbanding terbalik
antaraapheliondanperihelion.
3. Hukum Harmonik (1618)
Rasio kubik rata-rata planet-matahari dengan
kuadrad periode revolusinya
terhadap matahari adalah sama untuk semua planet.
D. Orbit Planet
Telah
ditunjukkan oleh kepler bahwa orbit planet merupakan elip. Makin dekat dengan
fokus-fokus elip, maka elip mendekati bentuk lingkaran. Penyimpangan elip dari
lingkaran diukur dengan eksentrisitas yaitu perbandingan jarak kedua fokus
dengan diameter panjang (major diameter) elip. Eksentrisitas sebuah lingkaran
adalah nol, dan eksentrisitas orbit bumi hanya0,017,jadi mendekati lingkaran.
Selama
planet berevolusi (berputar) mengelilingi matahari satu kali disebut tahun
planeter, maka jarak antara planet dan matahari berubah. Bila planet mendekati
matahari, dikatakan planet berada pada perihelion (bahasa yunani purl artinya
dekat atau disekitar, dan helios artinya matahari). Bila planet berada pada
jarak terjauh dari matahari, dikatakan planet berada pada aphelion (bahasa
yunani ap artinya jauh, helios artinya matahari). Bumi berada pada aphelion
dalam bulan juli dan pada perihelion padabulanjanuari. Empat planet yang
terdekat dengan matahari yaitu merkurius, venus, bumi, dan mars disebut dalam,
dan planet sisanya yaitu jupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto disebut
planet luar. Pluto belum pasti planet, beberapa ahli astronomi percaya bahwa
pluto adalah satelit neptunus yang terlepas.
E. Karakteristik Anggota Tata Surya
Tata surya terdiri dari marahari, Sembilan
planet dan berbagai bentuk benda langit seperti satelit, komet, asteroid.
Planet-planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang
berbentuk elip. Beberapa planet mempusnyai satelit. Satelit ini berputar
mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang berbentuk elip. Beberapa
planet mempunyai satelit. Satelit ini berputar mengelilingi planet dan bersama
dengan planet mengelilingi mataharinya. Jika tata surya merupakan sistem
rotasiyangberpusatkepadamatahari. 1. Matahari Diantaraberjuta-jutabintang
didalamgalaksi, maka matahari sangat penting bagi kehidupan dibumi. Matahari
adalah sebuah bintang yang jaraknya paling dekat dengan bumi, yaitu sekitar 150
juta kilometer. Matahari adalah bulatan gas dengan diameter 1,4 x 10⁶ kilometer
dan temperatur permukaannya sekitar 6000 K.
Temperatur
ini meningkat jika semakin mendekati inti matahari. Energi matahari yang jatuh
ke permukaan bumi berbentuk gelombang elektromagnetik yang menjalar dengan
kecepatan 3x10¹ºcm/detik. 2. Planet Hingga kini dikenal sembilan planet sebagai
anggotatata surya, yaitu: merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus,
uranus, neptunus, dan pluto. Sampai abad ke-17 baru dikenal 6 planet yaitu
merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus. Uranus ditemukan pada tahun
1781, neptunus pada tahun 1846, dan pluto pada tahun 1930.
a).Merkurius
Merkurius adalah planet yang paling dekat
dengan matahari. Jarak rata-rata merkurius-matahari sekitar 0,39 SA (1 SA = 150
juta kilometer). Karena eksentrisitas orbit besar yaitu 0,206 maka jarak
merkurius-matahari bervariasi cukup besar. Beda aphelion (jarak terjauh) dan
perihelion
(jarak
terdekat) adalah 22 juta kilometer. Planet merkurius tidak mempunyai satelit.
Periode revolusi merkurius 88 hari dan periode rotasinya 59 hari. Suhu
permukaan merkurius pada bagian yang terang adalah 500ºC.
b).Venus
Planet
venus adalah benda langit yang terang setelah matahari dan bulan. Orbit venus
mendekati lingkaran dengan eksentrisitasnya 0,007. Venus dikenal dengan bintang
timur atau bintang senja. Periode revolusinya 225 hari. Jarak venus ke matahari
0,72 SA atau 108 juta kilometer. Diameter venus sekitar 0,91 kali diameter
bumi. Karena jaraknya cukup dekat dengan bumi, maka manusia berkeinginan untuk
mengetahui lebih rinci planet venus. Pesawat ruang angkasa seperti venera 3
berhasil melakukan pendaratan di venus pada tahun 1966. Venera 11 dan 12, serta
pioner venus 1 dan 2 menemukan pegunungan muda dan formasi pegunungan tua. Divenus tidak
terdapatairdansuhunya selalutinggi.
c).Bumi
Jarak
rata-rata bumi ke matahari sekitar 150 juta kilometer. Eksentrisitas orbit bumi
= 0,017, artinya garis edar bumi mendekati lingkaran.
Perioderevolusibumi=365,3hari disebut 1 tahun siderik dan periode rotasinya =
23 jam 56 menit disebut hari siderik. Densitas (massa jenis) bumi adalah 5,52
gram/cm, merupakan benda yang paling padat dalam tata surya. Bumi mempunyai
satu satelit yaitu bulan. Bentuk bumi mendekati bulatan (sphere) atau lebih
tepatnya bentuk bumi adalah dempak (spheroid) dengan jari-jari ekuator = 6378,4
km dan jari-jari kutub = 6356,9 km. Dalam praktekbiasanya dianggap bulat dengan
jari-jari = 6371 km. Bumi bumi berputar terhadap sumbunya dari barat ke timur dengan
kecepatan sudut konstan.
d).Mars
Jarak
rata-rata planet mars ke matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta kilo meter.
Eksentrisitas orbit mars adalah 0,093, dan periode revolusinya 687 hari. Planet
mars berbentuk dempak pada kutub-kutubnya seperti halnya bumi. Planet mars
berwarna merah, pada malam hari cuaca cerah karena atmosfernya tipis. Mars
mempunyai 2 satelit yaitu phobos dengan jari-jari orbit 9.370 kilometerdan
deimos atau satelit luar dengan jari-jariorbit23.500kilometer.
e).Jupiter
Jupiter
berjarak rata-rata 5,2 satuan astronomi atau780 juta kilometer dari matahari.
Eksentrisitas orbit jupiter adalah 0,048. Periode revolusinya 11,86 tahun.
Sistem jupiter mempunyai 12 satelit (bulan), teta[i menurut data sampai tahun
1992, jupiter dikelilingi oleh 17 buah satelit. Empat buah satelitnya yang
berukuran besar diberi nama;
Io, europa, ganymede, dan callisto. Planet jupiter berputar pada sumbunya
dengan periode rotasi 9 jam 50 menit artinya planet ini berputar sangat cepat.
Jupiter disebut planet raksasa karena planet ini yang paling besar dalam
tatasurya.
f).Saturnus
Saturnus adalah planet yang sangat indah,
berjarak rata-rata 9,5 satuan astronomi atau 1.425 juta kilometer dari
matahari. Beda jarak antara aphelion (jarak terjauh dari matahari) dan
perihelion (jarak terdekat dari matahari) adalah 160 juta kilometer. Beda jarak
ini disebabkan oleh eksentrisitas orbit saturnus adalah 0,056, periode
rotasinya 10 jam 2 menit, dan periode revolusinya 29,5 tahun. Jarak saturnus ke
bumi bervariasi antara 1200 juta dan 1650 juta kilometer. Saturnus adalah
planet yang paling dempak diantara planet-planet lain. Planet saturnus dihiasi
oleh gelang dan cincin yang indah. Saturnus mempunyai 9 satelit yaitu mimas, encheladus,
tethys, diane, rhea, titan, hyperion,lapetus,danphoeba.
g).Uranus
Jarak
rata-rata uranus ke matahari 19,2 satuan astronomi atau 2880 juta kilometer.
Eksentrisitas orbit uranus 0,047, periode rotasinya 10 jam 8 menit dan periode
revolusinya 84 tahun. Planet ini ditemukan oleh william herschel pada tahun
1781. Pada tahun 1977 ditemukan cincin yang melilit uranus. Sistem uranus
mempunyai 5 satelit, yaitu miranda, ariel, umbriel, titania, dan oberon.
h).Neptunus
Planet ini merupakan kembaran uranus. Jarak
rata-rata neptunus-matahari adalah 30,07 satuan astronomi atau 4.510 juta
kilometer. Orbitnya hampir berbentuk lingkaran dengan eksentrisitas 0,009 dan
pperiode refolusinya 164,8 tahun. Massa neptunus 17,3 kali massa bumi, 50.000
kilometer. Neptunus mempunyai dua satelit yaitu triton dan nereit.
i). Pluto Planet
pluto
ditemukan dari penelitian di observatorium lowell oleh clyde tombaugh pada
tahun 1931. Orbit pluto mempunyai eksentrisitas paling besar diantara
planet-planet dalam tata surya dengan eksentrisitas 0,249. Jarak rata-rata
pluto-matahari adalah 39,46 satuan astronomi atau 5.920 juta kilometer. Periode
revolusi pluto adalah 248 tahun. Planet pluto mempunyai satu satelit dengan
nama charon. Masih diragukan pluto sebagai planet, beberapa ahli astronomi
percaya bahwa pluto adalah sebuah satelit nepltunus yang terlepas.
ALAM SEMESTA
A.
Galaksi Bimasakti
Galileo
dengan teleskopnya menemukan bahwapitacahaya difuseyang disebut kabut susu (the
milky way) terdiri dari sejumlah besar bintang yang tidak dapat dilihat dengan
mata biasa (unaided eye). Kumpulan sejumlah besar bintang dalam kesatuan akibat
gravitasi mutual disebut galaksi. Benda langit yang memancarkan cahaya sendiri
disebut bintang. Matahari adalah sebuah bintang yang termasuk dalam galaksi
bimasaktiatau galaksi kabut susu(themilkyway galaxy). Galaksi bima sakti yang
berisi sekitar 100 milyar bintang adalah saah satu sistem kumpulan bintang yang
sekarang dikenal sebagai tipeutamastrukturalamsemesta(universe).
B.
Asal
Alam Semesta
Kajian (studi) tentang sifat, evolusi dan asal
alam semesta (universe) disebut kosmologi. Kesimpulannya masih mengandung
ketidakpastian tetapi teori dentuman besar (big bang) atau teori bola api purba
(primeval fireball) yang dikemukakan di sini, menunjukkan sensus (mufakat) yang
masih disepakati diantara ahli-ahli astronomi. Gagasan ini pertama kali
ditemukan oleh ahli astronomi belgia, abbe georges lemaitre dalam tahun 1927
dan seperti ahli-ahli yang lain menyatakan bahwa teori ini dapat berubah bahkan
gugur bilamana diperoleh fakta, kejelasan, dan bukti lebih lanjut yang lebih
baik.
1).Model BigBang
Gagasan big bang didasarkan pada alam semesta
yang berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan
mengembang. Semua galaksi di semesta akan memuai dan menjauhi pusat ledakan.
Pada
model big bang, alam semesta berasal dari ledakan sebuah konsentrasi materi
tunggal beberapa sepuluh tahun yang lalu yang secara terus menerus berekspansi
sehingga pada keadaan yang lebih dingin (pergeseran merah galaksi) seperti
sekarang. Beberapa helium yang ditemui dalam bintang-bintang sekarang kemungkinan
berasal dari reaksi nuklir dalam bola api kosmik yang padat. George gamow
(fisikiawan) mengkaji model asal alam semesta ini dan menghitung ledakan yang
menghasilkan besar letupan foton-foton. Ia memprediksi foton ini, tergeser
merah oleh ekspansi alam semesta yang dimatarti sekarang sebagai foton-foton
gelombang radio dan temperatur 3 K merupakan penjelasan yang baik sebagai
radiasi latar (background radiation) yang ditemukan oleh arno penzias dan
robert wilson diamerika tahun1965.
2).Model
Keadaan Tunak
Meskipun
model big bang (dentuman besar) merupakan hipotesis yanng paling mungkin dalam
mendiskusikan asal usul alam semesta, tetapi teori lain juga telah diusulkan,
misalnya teori keadaan tunak (steady state theory) yang diusulkan pada tahun
1948 oleh H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle dari universitas cambridge. Menurut
teori ini, alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Alam semesta
selalu terlihat tetap seperti sekarang. Materi secara terus menerus datang
berbentuk atom-atom hidrogen dalam angkasa (space) yang membentuk galaksi baru
dan mengganti galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalamekspansinya.
3).Model
Osilasi
Teori
osilasi menduga bahwa alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhirnya. Dalam
model osilasi dikemukakan bahwa sekarang alam semesta tidak konstan, melainkan
berekspansi yang dimulai dengan dentuman besar (big bang), kemudian beberapa
waktu yang akan datang gravitasi mengatasi efek ekspansi ini sehingga alam
semesta akan mulai mengempis (collapse), akhirnyamencapaititikkoalisensi(gabungan)
asal dimana temperatur dan tekanan tinggi akan memecahkan semua materi kedalam
partikel-partikel elementer (dasar) sehingga terjadi dentuman besar baru dan
ekspansi mulailagi.
PROSES
TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA
Alam semesta, menurut orang Babylonia (kurang lebih
700-600 SM), merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar
sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi, alam
semesta adalah suatu ruangan yang sangat besar yang di dalamnya terdapat
kehidupan yang biotik dan abiotik, serta di dalamnya terjadi segala peristiwa
alam baik yang dapat diungkapkan oleh manusia maupun yang tidak.
Alam semesta terdiri dalam berbagai aspek, termasuk
tenaga dan radiasi serta hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya
bahawa pasti ada di antariksa. Bumi, planet-planet dan matahari yang termasuk
dalam alam semesta hanyalah merupakan titik kecil di antara lebih dari 200 juta
bintang penyusun galaksi bimasakti. Matahari merupakan satu di antara
bermilion-milion bintang di alam semesta dan kemungkinan setiap bintang
mempunyai susunan tata surya seperti tata surya matahari. Perhitungan sampai ke
angka 200 miliyar bintang baru untuk sebuah galaksi.
a. Teori
Dentuman Atau Ledakan
Teori dentuman besar (big bang) menyatakan bahwa alam
semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagat raya.
gumpalan gas tersebut suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat
dahsyat.
Kemudian materi yang terdapat di alam semesta mulai
berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatannya yang sangat
tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron, dan elektron yang
bertebaran ke seluruh arah. Ledakan dahsyat tersebut menimbulkan
gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan m eng-gembung ke seluruh
penjuru, sehingga membentuk galaksi bintang-bintang, matahari, planet-planet,
bumi, bulan, dan meteorit.
Bumi yang kita pijak ini hanyalah salah satu titik kecil
di antara tata surya yang mengisi alam semesta. Sistem alam semesta dengan
semua benda langit sudah tersusun secara menakjubkan dan masing-masing beredar
secara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.
Teori ini dikemukakan oleh Stephen Hawking. Menurut teori
ledakan besar, jagad raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar
dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat
karena adanya reaksi pada inti massa. Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian
dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan.
Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut
membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi dalam sistem tata
surya.
b. Teori
Creatio Continua
Teori ini dikemukakan oleh seorang yang bernama fred
hoyle, bendi, dan gold. Tero creatio continua ini menyatakan bahwa saat
diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan
tetap ada atau dengan kata lain alam semes tidak pernah bermula dan tidak akan
berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan juga ada yang
lenyap. Partikel-partikel ini kemudian mengembun menjadi kabut spiral dengan
binang-bintang dan jasad alam semesta. Partikel yang dilahirkan lebih besar dari
yang lenyap, sehingga mengakibatkan jumlah materi makin bertambah dan juga
mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik baas
kritis pada 10 miliyar tahun lagi. Dalam waktu 10 miliyar tahun, akan
dihasilkan kabut-kabut baru, menurut teori ini 90% materi alam semesta adalah
hidrogen dan hidrogenin, kemudian akan erbentuk helium dan zat lainnya.
c. Teori
Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini berdasarkan adanya suatu siklus dari alam
semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Di duga siklus ini berlangsung
dalam jangka waktu 30.000 juta tahun. Pada massa ekspansi terbentuklah
galaksi-galaksi serta bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh
adanya tenaga-tenaga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada
akhirnya akan membentuk berbagai unsur lain yang kompleks.
Pada massa kontraksi terjadi, galaksi dan bintang-bintang
yang terbentuk meredup sehingga unsur-unsur yang terbentuk menyusut dengan
menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Teori ekspansi dan kontraksi
menguatkan asumsi bahwa partikel-partikel yang ada pada saat ini berasal dari
partikel-partikel yang ada pada zaman dahulu.
Setelah terjadinya ledakan (big Bang), terjadilah semacam
bencana alam semesta (cosmic cataclysm). Alam semesta dipenuhi oleh bola-bola
api yang sangat panas dan padat. Dari bola-bola api inilah kemudian terbentuk
partikel-partikel dasar dan muatan-muatan energi, dari muatan-muatan energi ini
kemudian terbentuk daya-daya kekuatan di alam semesta. Daya kekuatan alam yang
diperkirakan pertama kali terbentuk adalah daya gravitasi, kemudian daya nuklir
serta daya electromagnetis. Partikel-partikel dasar yaitu elektron, photon,
neutron dan lain-lain saling bertubrukan untuk kemudian membentuk proton dan
neutron. Selama masa ini sebagian besar energi masih berbentuk radiasi
(percikan-percikan cahaya dari bola-bola api).
Alam semesta terus mengembang dan perlahan-lahan mulai
mendingin. Pada tahap ini, inti atom hidrogen, helium dan litium mulai
membentuk. Tahap selanjutnya alam semesta mulai memasuki tahap suhu yang cukup
dingin sehingga partikel-partikel elektron yang bermuatan negatif dapat berkait
dan menyatu dengan inti-inti atom hidrogen dan helium yang bermuatan positif
untuk kemudian membentuk atom-atom yang netral.
Karena alam semesta terus membesar, kepadatannya otomatis
semakin berkurang dan suhunya juga semakin mendingin. Proses pengembangan alam
semesta terus berlanjut dengan tingkat kecepatan yang tinggi. Daya gravitasi
mulai mempengaruhi tingkat kepadatan gas-gas yang terbentuk akibat Big Bang,
sehingga menciptakan gumpalan-gumpalan awan gas. Saat gumpalan-gumpalan ini
semakin memadat, inti gumpalan gas tersebut juga bertambah padat berlipat-lipat
dengan suhu yang juga terus meningkat panas sampai akhirnya menyala sebagai bentuk
awal sebuah bintang. Saat semua kantong-kantong gas mengalami proses serupa
maka kelompok bintang-bintang muda ini membentuk menjadi sebuah gugusan bintang
(galaksi). Seluruh proses di atas, dari Big Bang hingga terbentuknya planet,
bintang serta galaksi berlangsung dalam kurun waktu milyaran tahun.Seperti
halnya proses pembentukan bintang-bintang yang lain, bintang kita, yang kita
kenal dengan nama Matahati (sun) juga terbentuk dari gumpalan atau kantong awan
gas. Gumpalan awan gas yang berbentuk piringan yang sangat luas ini beterbangan
berputar-putar. Bagian tengahnya mulai padat dan memanas untuk kemudian menyala
menjadi bintang sementara materi sisa disekelilingnya saling bertumbukan,
menyatu dan menggumpal membentuk planet-planet, bulan-bulan dan asteroid. Bumi
yang merupakan bagian kecil dari material yang menggumpal ini menjadi planet ke
tiga. Dengan suhunya yang relatif lebih dingin, memungkinkan terbentuknya
atmosfer pendukung kehidupan.
Terbentuknya Materi Padat
Setelah big bang sampai 300.000 tahun kemudian, bentuk
materi masih berupa gas. Dari gumpalan-gumpalan gas ini selanjutnya
bintang-bintang berukuran sangat besar mulai terbentuk tetapi hanya berusia
pendek karena kemudian meledak (supernova). Setelah meledak gas-gasnya
menggumpal lagi, menjadi padat, kemudian menyala dan terbentuk bintang-bintang
lagi yang berukuran lebih kecil, meledak kembali, demikian terus menerus untuk
beberapa kali sampai akhirnya terbentuk materi-materi berat di inti
bintang-bintang yang meledak. Materi-materi padat inilah yang kemudian
membentuk benda-benda di alam semesta seperti yang sekarang ini seperti
planet-planet dll bahkan unsur-unsur pembentuk tubuh kita sebagian besar dari
materi-materi berat ini.
Jadi, materi-materi padat dibentuk di dalam inti bintang
melalui proses fusi nuklir (peleburan / penyatuan materi nuklir) dan dimulai
dari materi-materi ringan seperti hidrogen dan helium. Sementara materi-materi
yang lebih berat seperti karbon, oksigen, nitrogen hingga besi dibentuk di
dalam inti bintang karena memang suhu dan tekanannya lebih memungkinkan.
Materi-materi ini terlempar ke luar angkasa saat bintang-bintang tersebut
meledak.
Naluri manusia selalu ingin mengetahui asal usul sesuatu,
termasuk asal-usul alam semesta. Berbagai hasil pengamatan dianalisis dengan
dukungan teori-teori fisika untuk mengungkapkan asal-usul alam semesta. Teori
yang kini diyakini bukti-buktinya menyatakan bahwa alam semesta ini bermula
dari ledakan besar (Big Bang) sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Semua materi
dan energi yang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik tak berdimensi yang
berkerapatan tak berhingga. Tetapi ini jangan dibayangkan seolah olah titik itu
berada di suatu tempat di alam yang kita kenal sekarang ini. Yang benar, baik
materi, energi, maupun ruang yang ditempatinya seluruhnya bervolume amat kecil,
hanya satu titik tak berdimensi. Tidak ada suatu titik pun di alam semesta yang
dapat dianggap sebagai pusat ledakan. Dengan kata lain ledakan besar alam
semesta tidak seperti ledakan bom yang meledak dari satu titik ke segenap
penjuru. Hal ini karena pada hakekatnya seluruh alam turut serta dalam ledakan
itu. Lebih tepatnya, seluruh alam semesta mengembang tiba tiba secara serentak.
Ketika itulah mulainya terbentuk materi, ruang, dan waktu.
Materi alam semesta yang pertama terbentuk adalah
hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang dan galaksi generasi pertama. Dari
reaksi fusi nuklir di dalam bintang terbentuklah unsur-unsur berat seperti
karbon, oksigen, nitrogen, dan besi. Kandungan unsur-unsur berat dalam
komposisi materi bintang merupakan salah satu "akte" lahir bintang.
Bintang-bintang yang mengandung banyak unsur berat berarti bintang itu
"generasi muda" yang memanfaatkan materi-materi sisa ledakan
bintang-bintang tua. Materi pembentuk bumi pun diyakini berasal dari debu dan
gas antar bintang yang berasal dari ledakan bintang di masa lalu. Jadi, seisi
alam ini memang berasal dari satu kesatuan.
Bukti-bukti pengamatan menunjukkan bahwa alam semesta
mengembang. Spektrum galaksi galaksi yang jauh sebagian besar menunjukkan
bergeser ke arah merah yang dikenal sebagai red shift (panjang gelombangnya
bertambah karena alam mengembang). Ini merupakan petunjuk bahwa galaksi galaksi
itu saling menjauh. Sebenarnya yang terjadi adalah pengembangan ruang. Galaksi
galaksi itu (dalam ukuran alam semesta hanya dianggap seperti partikel
partikel) dapat dikatakan menempati kedudukan yang tetap dalam ruang, dan ruang
itu sendiri yang sedang berekspansi. Kita tidak mengenal adanya ruang di luar
alam ini. Oleh karenanya kita tidak bisa menanyakan ada apa di luar semesta
ini. Secara sederhana, keadaan awal alam semesta dan pengembangannya itu dapat
diilustrasikan dengan pembuatan roti. Materi pembentuk roti itu semula
terkumpul dalam gumpalan kecil. Kemudian mulai mengembang. Dengan kata lain
"ruang" roti sedang mengembang. Butir butir partikel di dalam roti
itu (analog dengan galaksi di alam semesta) saling menjauh sejalan dengan
pengembangan roti itu (analog dengan alam).
Dalam ilustrasi
tersebut, kita berada di salah satu partikel di dalam roti itu. Di luar roti,
kita tidak mengenal adanya ruang lain, karena pengetahuan kita, yang berada di
dalam roti itu, terbatas hanya pada ruang roti itu sendiri. Demikian pulalah,
kita tidak mengenal alam fisik lain di luar dimensi "ruang waktu"
yang kita kenal. Bukti lain adanya pengembangan alam semesta di peroleh dari
pengamatan radio astronomi. Radiasi yang terpancar pada saat awal pembentukan
itu masih berupa cahaya. Namun karena alam semesta terus mengembang, panjang
gelombang radiasi itu pun makin panjang, menjadi gelombang radio. Kini radiasi
awal itu dikenal sebagai radiasi latar belakang kosmik (cosmic background
radiation) yang dapat dideteksi dengan teleskop radio .
BIOLOGI
DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN BARAT
Penemuan dan catatan fosil tidak
dapat memberi petunjuk tentang asal mula kehidupan karena fosil – fosil tertua
yang pernah ditemukan adaah organisme yang rumit. Anggapan yang kuno di dalam
biologi dikemukakan oleh Aristoteles dengan teorinya abiogenesis atau generatio
spontanea yang menerapkan bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja dari
benda mati. Pada pertengahan abad XVII, Leeuwenhoek dengan mikroskop buatannya,
berhasil mengamati benda – benda kecil yang aneh dalam setitik air yang diambil
dari temat merendam jerami.
Teori abiogenesis tentang
asal mula kehidupan tidak mendapat dukungan para ahli, diantaranya, Lazzaro
Spallanzani dan Francesco Redi yang berkebangsaan Itali dan Louis Pasteur yang
berkebangsaan Perancis berhasil membuktikan kekeliruan teori tersbeut.
Kemudian muncullah teori baru yang dianggap
telah berdasaran anggaan modern, yaitu teori yang dikenal dengan nama Omne
vivum ex ovo dan Omne ovum ex vivo, artinya bahwa
makhluk hidup itu berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup. Dari
teori ini dapat disimpukan bahwa kehidupan dapat terjadi hanya karena
telah ada kehidupan sebelumnya. Akan tetapi, teori ini belum dapat
mejawab pertanyaan asal mula kehidupan yang pertama di bumi ini karena hanya
menerangkan perkembangan makhuk hidup selanjutnya.
Pada tahun 1893 Hawold Uray, seorang ahli kimia dari
university of Chicago mengmukakan teor Uray. Ia berpendpat bahwa suatu saat
atmosfer bumi kaya akan moleku – molekul CH4 (metana)NH 3 (amoniak),
serta H2 dalam bentuk gas karena pengaruh aliran listrik
halilintar dari radiasi – radiasi sinar kosmos.
Unsur-unsur itu kemudian mengadakan reaksi
kimia dan membentuk asam amino yang merupakan komponen penting
dari protoplasma, sedangkan protoplasmamerupakan substansi dasarsel makhuk
hidup. Teori Uray dipandang sebagai dasar konsept tentang terjadinya makhluk
hidup menurut biologi modern. Para ahli lain banyak juga yang mempelajari
lapisan bumi serta lainnya untuk mengetahui bagaimana dan kapan timbulnya
makhluk hidup yang pertma-tama di bumi ini. Kira-kira 500 juta tahun yang lalu
(periode ambium), fosil banyak didapatkan dalam batu endapan, tetapi endapan
yang lebih tua dari periode kambium ini hanya megandung sedikit sekali
tanda-tanda kehidupan. Tampaknya fosil tertua yang telah ditemukan berasal dari
bakteri, sedangkan bermacam-macam organisme hidup lainnya tercatat dalam
geologi Pra-kambium. Senyawa imia yang bertalian dengan klorofil terlah
ditemukan dalam batua yang telah berumur 1,1 milyar tahun yang lalu.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa
organisme yang berfotosintesis teah lama ada. Diperkirakan pula bahwa makhluk
hidup yang pertama merupakan sel sederhana yang menyerupai bakteri dan menyebar
banyak di lautan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kehidupan yang pertama
kali muncul dari lautan. Makhluk hidup ini diperkirakan berasal dari
gabungan asam amino yang berbentuk dari gas-gas metana (CH4) Hidrogen (H2),
amoniak (NH4) serta uap air yang banyak terdapat di atmosfer pada
saat permulaan timbulnya kehidupan akibat pengaruh radiasi sinar kosmos,
listrik dan hailintar. Adapun Gas oksigen (O2)
dan gas karbondioksida (CO2) tidak terdapat pada
atmosfer saat ini.Akibat pengaruh lingkungan yang berbeda-beda terbentuk
tumbuhan bersel tunggal dan hewan bersel selanjutnya menjadi hewan dan tumbuhan
sederhana yang lebih sempurna.
Menurut suatu teori, organisme yang
sekarang beraneka ragam merupakan hasil dari proses evolusi kehidupan. Yaitu
suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lain melalui suatu prose
yang perlahan-lahan dan memakan waktu ratusan sampai jutaan tahun. Teori
tersebut menyebutkan bahwa organism yang mula-mula ada di dunia berupa
organisme bersel tunggal dan organisme ini berasl dari agregasi molekul-molekul
yang ada.
BIOLOGI
DITINJAU DARI SEGI AGAMA ISLAM
Ada banyak cara untuk mengamati
pandangan dunia biologi, misalnya manfaatkan seluruh wacana untuk paradigma
genetika evolusioner, membahas palseotologi secara panjang
lebar, atau mempertibangkan asumsi-asumsi biologi molekuler secara mendalam. Sekalipun
demikian, kekejian intelektual terbesar dalam sejarah biologi hanya dapat
ditemukan dalam sosiobiologi. Pada sekitar satu dasawarsa terakhir
ini, gagasan-gagasan sosiobiologi, tanpa membuktikan adanya nilai ilmiah yang
hakiki, telah berhasil menambahkan kekhawatiran bahwa pengaruh biologi terhadap
nilai-nilai manusiawi sudah mencapai proporsi yang membahayakan.
Bahaya yang sesungguhnya akan tiba,
jika salah satu dari disiplin biologi mendorong pencarian karakter moral dan
penelitian moral, tidak melalui medium idiologis, melainkan dengan
mengambil paradigma-paradigma naturalistik yang berakar dalam
pandangan dunia biologis. Zaman maupun dalam bidang sejarah manusia, moralitas
kini telah jatuh kedalam bidang biologi. Kekuasaan biologis atas moralitas ini
merupakan surga bagi kaum determinis.
Pernyataan dari para ahli sosiobiologis mempunyai pengaruh
yang berbeda. Mereka dimanfaatkan oleh para pemimpin masyarakat yang terbagi
dalam berbagai kelas untuk menegaskan bahwa tata social yang ada sekarang ini
harus dipertahankan karena hal itu sudah menjadi hukum alam.
Islam tidak mengakui virgo intacta dalam
bentuknuya yang dangkal. Dengan kata lain, batasan-batasan moralnya tidak
dimulai dan diakhiri dengan selembar kain yang ternoda darah dari selaput dara
seorang perawan.Jika demikian, hasil kerja para dukun klinik dan penipu selaput
dara akan menertawakannya. Dengan demikian islam secara tegas menolak paradigm
biologis sebagai raison d’entre bagi perilaku moral manusia.
Al-Qur’an mengemukakan :
“Sesungguhnya laki-laki dan
perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan
perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab : 35 )
Jika semua ini merupakan sebagian
besar dari kebaikan utama yang ingin ditanamkan islam pada manusia, jelaslah
bahwa tak satu pun dari semua ini digambarkan oleh Al-Qu’an sebagai gender
spesifik. Dengan kata lain bukan wanita saja yang harus mempertahankan
sosiobiologisnya sementara pria bebas kesana kemari mengumbar insting
sosiobiologisnya. Pria pun secara moral harus menjaga perilaku seksualnya
seperti halnya wanita.
Dibawah ini ketentuan Al-Qur’an
yang menyatakan bahwa memelihara kesucian merupakan kewajiban baik pria maupun
wanita:
“Katakanlah kepada kaum lelaki yang beriman bahwa mereka
hendaknya menundukkan pandangan matanya dan memelihara kehormatan dirinya.
Itulah yang lebih bersih untuk mereka (dan) sesungguhnya Alloh Mahawaspada terhadap
apa ang mereka lakukan. Katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka
pun menundukkan pandangan pula dan memelihara anggota kemaluannya.” (Q.S. An Nuur : 30-31)
Tidak ada ketentuan dalam Al-Qur’an
yang menyatakan bahwa pria mempunyai hak istimewa untuk meminta bukti kesucian
moral ari wanita. Seorang wanita pun tidak perlu menuntut bukti yang sama dari
pihak lelaki. Al-Qur’an menganjurkan terhadap pria dan wanita, saling percaya
yang diwujudkan dalam kesucian dan kerendahan hati.
FISIKA DITINJAU DARI ILMU
PENGETAHUAN BARAT
Fisika adalah salah satu ilmu
pengetahuan yang mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan
yang bersifat sementara. Energi mulai dipikirkan ketika manusia mulai mempelajari
konsep gerakan. Ternyata energy dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dapat
berubah bentuk. Sekalipun kelihatannya sederhana, konsep ini baru muncul
setelah melalui bermacam-macam perkembangan, Aristoteles berpendapat bahwa
setiap gerakan selalu memerlukan (gaya) yang bekerja terus-menerus untuk
mempertahankan gerakannya. Peluru yang mendorongnya. Angapan ini dipahami oleh
Aristoteles bahwa peluru tersebut menempatkan udara yang berarus ke belakang
sehingga memberikan gaya ekstra Pendapat Aristoteles ini ternyata salah.
Konsep energi ternyata berkembang,
setelah diketahui bahwa materi dapat berubah menjad energy dan begitu pula
sebaliknya. Konsep inilah yang membuahkan energy nuklir. Menurut Newton, benda
bermasa m mendapat gaya f akan
memperoleh percepatan sebesar a= f M , bila
gaya f bekerja terus-menerus pada benda tersebut, benda yang bergerak akan
semakin besar. Sepe-rti yang dialami oleh benda yang jauh bebas, yang semakin
mendekati bumi kecepatan semakin besar. Hukum Newton hanya berlaku pada
mekanika klasik, yaitu mekanika yang bergerak dengan kecepatan mendekati
kecepatan cahaya, mekanika inilah yang disebut mekanika relativistik yang
diperoleh oleh Albert Einstein.
Dalam mekanika elativistik
dinyatakan bahwa massa yang bergerak makin besar bila kecepatan semakin besar. Selain
itu, massa dan energi merupakan dua hal yang ekuivalen, sama ekuivalennya
antara energi dan kalori. Cahaya merupakan masalah yang masih sulit alam
konversi energi. Walaupun energi penyinaran dari matahari yang tak terhingga
jatuh dibumi setiap hari, energi ini masih belum dimanfaatkan secara efesien
oleh manusia. Hanya tumbuhan yang hijau yang mampu memanfaatkannya secara
efesien. Inilah sebabnya cahaya memang sanget menarik perhatian.
FISIKA DITINJAU DARI SEGI AGAMA
ISLAM
Ilmu Fisika yang dikenal saat ini
tidak berhubungan langsung dengan ilmu apapun dalam klasifikasi ilmu
pengetahuan islam tradisional. Akan tetapi, ada tiga bidang utama yang kita
kenal sebagai ilmu fisika, yang sangat menarik perhatian kaum muslim dan tujuan
melahirkan tujuan besar. Yang pertama adalah optik. Kaum muslim mempunyai
perhatian khusus dalam mempelajari optik dan fenomena cahaya. Puncak kegiatan
ilmu ini terjadi pada abad Islam keempat di Kairo oleh Ibnu Al-Haytsam, yang
terkenal dengan nama Latinnya Al-Hazen. Al-Hazen menulis kitab Al-Munazhir
(Thesaurus optical), salah satu karya paling terkemuka dibidang optik yang
menerapkan metode eksperimental untuk mempelajari beberapa fenomena cahaya dan
melakukan riset secara rinci tentang refraksi, refraksi dan berbagai jenis
cermin termasuk juga cermin hiperbolik.
Dua Abad kemudian di Persia, oleh
Quthib Al-Din Asy-Syurazi dan muridnya Kamal Al-Din Al-Farri menjelaskan alasan
yang tepat pembentukan pelangi yang disebkan oleh fraksi dan refleksi.
Bidang Fisika kedua yang didalami kaum muslim adalah
masalah gerak. Masalah fundamental ini dipersiapkan oleh Galileo untuk menjadi
dasar revolusi keilmuan dan kritknya terhadap teori gerak Aristoteles telah
dilihat di kalangan islam oleh Ibnu Sina yang mengeukakan gagasan berdasarkan
beberapa tulisan filosof kristen sebelumnya, yaitu John Philoponos. Dalam
Kritik Ibnu Sina ditemukan perkembangan doktrin baru tentang inklinasi
(al-mayl) dan juga gagasan tentang pentingnya momentum. Juga terdapat kecenderungan diri antara fisikawan muslim,
termasuk Ibnu Bajjah di Spanyol, untuk mempelajari gerak proyeksi menurut
aturan kuantitatif dan menerapkan rumus matematika untuk mempelajari gerak.
Walaupun semua ini dinyatakan tidak tepat dalam pandangan mekanika Newtonis,
dalam sejarah sains berikutnya, Ibnu Bajjah telah 3.
Memeberikan
kritik yang penting tentang teori berat prevalen Aristoteles. Kita tahu bahwa
pada awal 1069 Pisan Dialogue, Galileo merujuk pada teori gerak proyeksi Ibnu
Bajjah yang dikutip oleh Ibnu Rusyd. Studi Fisika kaum sejarah sains secara
umum. Hal ini karena tanpa kritik terhadap teori gerak Aristoteles perkembangan
fisika berikutnya di barat yang bergantung pada Galileo dan Newton tidak dapat
dibayangkan.
Bidang Fisika yang dipelajari kaum
muslim adalah masalah tentang berat ukuran, serta tradisi Archimedes yang
menyangkut penentuan berat spesifik pengukuran berat dan volume. Gagasannya
kemudian dikembangkan oleh para fisikawan dan ahli matematika muslim sehingga
muncul sejumlah besar karangan mengenai hal ini da yang paling terkenal adalah
karangan Al-Biruni serta Al-Khazimi.
KIMIA DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN BARAT
Masyarakat primitif percaya pada
mitos karena keterbatasan panca indera (pengetahuan). Sehingga tidak ada
sumbangan pada perkembangan ilmu kimia. Berdasarkan metode tersebut Lavoister
mengatakan penelitian dan eksperimen mengenai pembakaran. Dari penelitian:
Menarik kesimpulan bahwa pada pembakaran ada suatu zat
diambil dari udara.
Berdasarkan penemuan air raksa dari pengamatan Lavoiser
mengenai adanya suatu zat yang terdapat dalam udara yang bersenyawa dengan air
raksa zat tersebut oleh Lavoisier disebut oksigen.
Lavoiser menyimpulkan bahwa pembakaran merupakan peristiwa
persenyawa dengan ksigen dari udara. Berpangkal dari pekerjaan Lavoiser ini
metode ilmiah mengalami perkembangan pesat sehingga oleh seseorang
permasalahannya sulit dikuasai demikian perlu dipecahkan menjadi beberapa
cabang ilmu seperti fisika, kimia, biologi, geografi, kimia. Timbulnya cabang
tersebut karena tidak adanya pembatasan anti macam-macam bidang IPA tersebut.
Pada dasarnya hasil ilmu pengetahuan alam memang bersifat
netral dan dinamis, tetapi selain banyak memberikan keuntungan juga membawa
resiko. Agar resiko ditekan sekecil-kecilnya arah perkembangan ilmu pengetahuan
alam harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
KIMIA DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN ISLAM
Tujuan pembangunan
dalam era tinggal landas adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Dengan
kata lain manusia Indonesia dibina dari manusia tradisional sehingga mampu
menjadi manusia modern. Manusia tradisional kualitas hidupnya bukanlah hasil
upaya sendiri, tetapi sebagai suatu yang ditunggu dan diterima sebagai takdir. Berbeda
dengan manusia modern yang senantiasa mengoptimalkan kualitas hidupnya dan
memilih alternatif yang paling mnguntungkan bagi hidupnya. SDM yang meningkat berkualitas
juga berpengaruh terhadap pemanfaatan SDA dan menghasilkan nilai tambah pada
SDM itu sendiri.
Dalam proses industrialisasi, IPA dan teknologi memberi
peranan penting utama atau yang lebih tepat paling menentukan. Barang yang
diproduksi harus bersaing dalam pasaran bebas. Daya saing ini ditentukan oleh
kesesuaian barang dengan permintaan pasar. Selanjutnya barang harus dapat bersaing
dalam harga dan mutu, selain harus tersedia tepat waktu dan dalam jumlah yang
dibutuhkan. Dalam persaingan ini, peranan teknologi menjadi faktor yang
menentukan sehingga wajar bila pengembangan teknologi harus dilakukan secara sistematis,
terarah dan bertahap.
KESIMPULAN
Suatu sistem kognitif yang dilandasi oleh empirisme,
merupakan ilmu pengetahuan modern. Alam semesta menurut orang Babylonia ( kurang lebih 700 – 600 SM ), merupakan suatu ruangan atau
selungkup dengan bumi yang datar sebagai atapnya.
Tata surya merupakan suatu sistem
rotasi yang berpusat pada matahari. Tata surya sendiri terdiri dari matahari ,
sembilan planet dan berbagai benda langit seperti satelit, komet, asteroit.
Planet planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang
berbentuk elip.
DAFTAR
PUSTAKA
Dr.Mawardi Dkk. IAD,IBD,ISD penerbit Pustaka Setia.
Harun yahya, The Evolution Deceit. The
Scientific collapse of Darwinism and Its ideological Background, Istanbul,
1998.
Roos, Matts Introduction to Cosmology John Wiley
& Sons, Chichester:2003.
Mustafa K.S Alam Semesta dan kehancurannya. Penerbit
percetakan Officet.
Ahmadi, H.A, Supatmo,
Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta: PT. Rinika Cipta 1991)
Adisusilo, Sutarjo,
Problematika perkembangan Ilmu, (Yogyakarta: Yayasan Kanisus, 1983)
Hidayat, Bambang,
Pengantar Ruang Lingkup IPA, (Solo:UNS, 1983)
Hawley, John F. &
Katerine A. Holcomb Foundations of Modern
Cosmology. Oxford University Press, Oxford : 1983

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerimakasih, dapat digunakan sbg referensi🙏
BalasHapusMakalah ini menambah wawasan saya dalam ilmu pengetahuan moderen, terimakasih... Lanjutkan....
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih banyak ya atas ilmu barunya..semoga barokah
BalasHapusAlhamdulillah,, terima kasih atas penjelasannya. Dengan penjelasan yang anda berikan dapat membuat wawasan kami bertambah luas. Semoga bermanfaat..
BalasHapusAlhamdulillah ilmu ini membuat saya lebih mengerti terimakasih banyak
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu, semoga bermanfaat bagi para pembaca, barakallah
BalasHapusAlhamdullilah ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya semoga bermanfaat juga kepada yang lain
BalasHapusalhamdulillah sangat bermanfaat sekali
BalasHapusAllhamdulillah dengan membaca makalah ini saya dapat menambah pengetahuan saya dan terimah kasih semoga ilmunya bermanfaaat dan kuliahhnya di beri kelancarann oleh Allah SWT... Aminn yarobbal alamin
BalasHapusMasyaallah ini sangat berguna dan bermanfaat terima kasih banyak
BalasHapusKonten nya bagus sekali, menarik, bisa dijadikan referensi pengerjaan makalah. Smoga berikutnya bisa membagikan makalah² dg materi yg lain..
BalasHapusSukses selalu...
Allhamdulillah dengan membaca makalah ini saya dapat menambah pengetahuan saya dan terimah kasih semoga ilmunya bermanfaaat dan kuliahhnya di beri kelancarann oleh Allah SWT... Aminn yarobbal alamin
BalasHapusAlhamdulillah sedikit menambah wawasan
BalasHapusAlhamdulillah, makalah ini sudah bagus. Semoga bermanfaat untuk yang membutuhkan. Semangat terus untuk berkarya🙏
BalasHapusMasyaallahhh berguna sekali,terimakasih atas ilmunya yah mbak bariza☺️
BalasHapusBisa buat refrensi juga nihhh ehehe
BalasHapusAlhamdulillah, makalah ini sangat membangtu saya dalam menambah wawasan dan pengetahuan. InsyaAllah makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya
BalasHapustulisannya sangat menginspirasi, semoga bermanfaat bagi penulis dan yang membaca
BalasHapusAlhamdulillah semakin bertambah wawasan saya dengan membaca ini, terima kasih dan sukses selalu
BalasHapusDengan makalah ini pengetahuan saya semakin bertambah, juga bisa saya jadikan referensi untuk menyusun makalah. Terima kasih sukses selalu
BalasHapusAlhamdulillah sangat memberi wawasan yang baru dalam makalah ini. Semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah semakin bertambah wawasan saya. Dengan adanya makalah ini semoga bermanfaat.
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih sudah membagi ilmunya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin
BalasHapusGood joob, terimakasih sudah menambah wawasan saya
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat..terimakasih ilmunyaa
BalasHapusAlhamdulillah Makalah nya sangat bagus dan mudah dipahami.semoga bermanfaat...
BalasHapusAlhamdulilah, bisa nambah wawasan sangat bermanfaat. Bisa untuk dijadikan referensi untuk membuat makalah. Kajian pembahasannya mudah dipahami. Semoga bisa istiqomah membagi pembelajaran dan ilmu2 yg lain nya
BalasHapusWah, sangat bermanfaat sekali kak. setelah membaca ini wawasan saya semakin bertambah dan bisa menjadi referensi untuk membuat makalah. Terimakasih.
BalasHapusBaguuss bgtt inii sumpahh.. Isinyaa sangatt bermanfaatt.. Jdii bsa mnambahh wawasaannn... 😁😍
BalasHapusTerimakasih, dengan membaca makalah ini bisa menambah wawasan yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu
BalasHapusAlhamdulillah ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat, Terima kasih 😊
BalasHapusTerimakasih makalah anda sangat membantu saya dalam menambah wawasan. Dan makalah mb bariza jg bisa dijadikan sebagai referensi kalau sedang mengerjakan tugas IAD
BalasHapusAlhamdulillah makalah ini dapat menambah wawasan saya , makalah ini sangat berguna sekali untuk para pembacanya
BalasHapusmakalah yang sangat bermanfaat dan menginspirasi
BalasHapusTerima kasih makalahnya cukup lengkap dan bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah saya dpt ilmu baru, terimakasih sudah berbagi ilmu semoga tetap berkarya
BalasHapusAlhamdulillah dapet pengetahuan baru
BalasHapusmakalah memberikan penjelasan yang sangat bermakna, terimakasih
BalasHapussemoga bermanfaat bagi semua
BalasHapusMakalah nya sangat bagus dan bisa untukk dijadikan referensi👍
BalasHapusalhamdulillah sangat bermanfaat sekali
BalasHapusmengenai ilmu pengetahuan modern, alam dan tata surya telah dibahas disini. terimakasih telah membagikan ilmunya.
BalasHapusAlhamdulillah, makalah yang disajikan sudah baik, materi yang dipaparkan juga jelas, semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih isinya sangat bermanfaat, semoga bermanfaat juga untuk pembaca lainnya
BalasHapusAlhamdulillah dari makalah ini saya jadi lebih mengetahui tentang ilmu pengetahuan modern, alam semesta dan tata surya dari segi perkembangan dan pengembangan IPA (Kimia, Fisika, Biologi) serta proses terbentuknya alam semesta dan penghuninya. Makasih kak atas ilmunyaa:).
BalasHapusDengan adanya makalah ini kita bisa menambah referensi untuk belajar dirumah. semoga barokah
BalasHapusalhamdulillah ddi lebih pinter aku gara" moco iki
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAlhamdulillah,,Senangnya setelah membaca isi dari makalah ini saya semakin termotivasi untuk bisa membuat karya semenarik ini dan semakin menambah wawasan pengetahuan saya .Makalah ini sangatlah menarik dan bahasanya juga sangat mudah difahami serta makalah ini juga bisa dijadikan bahan untuk referensi. Terima kasih sudah memberikan ilmu barunya semoga ilmunya bisa bermanfaat dan kelak bisa menciptakan karya - karya menarik lainnya... :) :)
BalasHapusterima kasi banyak ya min. Makalah ini memang berguna sekali dan berfungsi bagi orang orang yang belum mengerti seperti saya , teruslah berkarya ya ^^ semoga anda sukses dan sehat selalu ya hehehehe
BalasHapusMantep si ini beda dari yang lain
BalasHapusMakalahnya sangat mudah dipahami, serta tulisan yg sangat rapi dan bisa dijadikan sumber referensi
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih banyak untuk pemakalah materinya mudah difahami
BalasHapusAlhamdulillah dengan adanya makalah ini saya mendapat ilmu pengetahuan lebih jauh lagi
BalasHapusAlhamdulillah,dengan adanya makalah ii saya pribadi dapat mempelajari hal hal baru sehingga meningkatnya wawasan saya.Terimakasih
BalasHapusalhamdulillah,, makalah ini sangat membantu dalam peluasan wawasan kami
BalasHapusTerimakasih makalah sangat bermanfaat, semoga berkah ya
BalasHapusWah bisa nambah ilmu nih, makasi yaa 🤗
BalasHapusMakalah ini sangat bermanfaat sekali dan bisa dijadikan referensi bagi kita
BalasHapusWaw makalah sangat mudah dipahami,terimakasih atas ilmunya kak
BalasHapusWah keren sekali bih buat nambah wawasan
BalasHapusmakalah yg sangat bermanfaat. makalah ini menjelaskan Ilmu ilmiah lebih cenderung mempelajari tentang unsur-unsur dari tata surya
BalasHapusSangat bermanfaat, penjelasan yg teliti dan mudah dipahami.
BalasHapusSangat bermanfaat dan dapat di jadikan refrensi
BalasHapusAlhamdulillah, sangat bermanfaat sekali bisa di buat refrensi, makalahnya sangat bagus, terimakasih.
BalasHapusAlhamdulillah,, terimakasih bantuannya dalam menjelaskan ilmu tentang ilmu pengwtahuan modern, alam semesta dan tata surya sehingga dapat membantu menambah wawasan saya tentangnya.
BalasHapusalhamdulillah materi yang disampaikan sangat mudah untuk dipahami, terimakasi semoga bermanfaat
BalasHapuswah sangatt bermanfaat, saya jadi tau, terima kasih
BalasHapusAlhamdulillah pengetahuan jadi semakin bertambah semoga bisa bermanfaat untuk orang lain
BalasHapusmateri yg disampaikan sangat mudah di pahami, tidak bertele-tele. Semoga materi yg di sampaikan bs bermanfaat bagi para pembaca..
BalasHapusalhamdulillah bermanfaat
BalasHapus